Skenario Semesta;
tentang aku, kamu, kita, dan takdir yang membuatnya tidak menyatu.
Inspired by Heart and Li Ming (Gemini Norawit & Fourth Nattawat)
***
Barangkali bilah netra menatap
Saat desiran melampaui ruang
Membuncah di antara senyap
Menyerang telak lubuk tenang
Jika ada dentuman atma menyeru
Bahwa lengkungan kurva naik itu candu
Hingga elok dirgantara takluk
Bertautkan raga kikuk
Apa daya, Tuan ini bisu
Pemberontak atas nyali pilu
Sayang yang bukan untuk tamu
Layak bulan dan bintang tabu
Sekiranya penghujung lembaran bisu amerta
Adalah atmosfer norma yang berkata
Di lain semesta saat harapan hilang
Bisik jumantara akan menuntunmu pulang

.jpeg)
