Sosok Ayah di Balik Tabir Gerimis
***
Dan bisingnya berlalu lalang
Kalang kabut mencari dalang
Akan rindu barangkali
Yang menyeruak ruas jari
Tentang jam besuk di pagi
Saat sandyakala menyelusup lagi
Karsa–mu menguap pergi
Karena banyak yang tak ‘ku mengerti
Desir angin bertiup lirih
Sunyi berujar senandung letih
Di hadapanku kini sang daksa gagah
Yang selalu kusebut ‘ayah’
Diam lisan penuh bimbang
Ketika ‘ku bercerita tentang hari ini
Mengingat dera yang akan datang
Tak kuasa menitik rinai kembali
Setiap detiknya berbicara
Tentang tengah malam beribu asrar
Entah rasa apa di benaknya
Kala dialog sandiwara terdengar
Gundah rasa tersingkap dari tabir
Menyingkap semua prasangka
Bahkan atma yang tersingkir
Akan utuh teduh saujana
Perihal coretan niskala
Dari litani lengkara
Menyusup jauh dalam asa
Satu kata yaitu, ‘kita’
⁀➷ Catatan Kaylei
Aku inget, waktu aku bikin ini itu karena aku merasa bersalah atas kehadiranku sebagai manusia di dunia ini.
