Ketika Bali Terendam: Bagaimana Banjir Bali Mengubah Kesadaran akan Kesiapsiagaan Bencana

0

Kronologi Banjir Bali 10 September 2025: Dampak Kerusakan, Korban Jiwa, dan Tahapan Pemulihan. Mempelajari bencana untuk meningkatkan ketahanan yang lebih baik

Jumar, 26 September 2025 00:48 WIB




Jember (Kayleidoscope) - Bali menghadapi tantangan besar saat hujan lebat turun terus-menerus pada Selasa malam dan Rabu pagi, 9 dan 10 September 2025, menjadikan beberapa daerah di Pulau Dewata serasa lautan. Bencana ini meningkatkan kesadaran banyak individu.

Pada awalnya, masyarakat menganggap ini hujan biasa, tetapi keyakinan itu sirna ketika hujan terus-menerus disertai kilat. Permukiman yang biasanya aman dari banjir terendam air setinggi betis orang dewasa, dan banyak warga mengaku tidak siap.

Dampaknya sangat besar dan merugikan: aktivitas masyarakat terhenti total, kendaraan tidak bisa lewat, akses jalan terhalang, bangunan runtuh, mobil terendam, pusat belanja dan bioskop tutup selama berhari-hari menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, ritual keagamaan harus dijadwalkan kembali, dan ada korban jiwa.


Faktor dan Respon Pemerintah


Berdasarkan laporan Antara News, Kementerian ATR/BPN bersama pihak-pihak terkait masih melakukan analisis mendalam terhadap penyebab, termasuk kemungkinan perubahan fungsi lahan yang berpengaruh pada kemampuan penyerapan air tanah. Menurut artikel Antara News, Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana menyoroti bahwa analisis mencakup indikasi alih fungsi lahan, dan kementerian telah menerapkan moratorium sementara pada usulan perubahan penggunaan tanah. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian isu perubahan fungsi lahan di Bali.

Pemulihan dan Pembelajaran



Setelah banjir, pemulihan memerlukan banyak energi akibat jalan-jalan yang dipenuhi limbah dan lumpur, memerlukan pembersihan besar-besaran dan perbaikan infrastruktur. Komunitas memperoleh pengetahuan melalui penggabungan materi kesiapsiagaan bencana di sekolah, kegiatan solidaritas seperti penggalangan dana, dan peningkatan kesadaran terhadap lingkungan termasuk urgensi sistem drainase yang efisien.

Banjir Bali 2025 merupakan suatu peringatan. Ia mengajarkan bahwa di balik keindahan dan ketenangan, kesiapan dan pelestarian lingkungan adalah harga yang mutlak. Bencana ini tidak hanya berkaitan dengan penurunan air, melainkan mengenai cara sebuah pulau tujuan wisata global bangkit, belajar, dan menciptakan ketahanan yang lebih baik untuk masa depan.









Dalam rangka lomba artikel BPBD

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)